Keterlibatan berbagai unsur dan kolaborasi antara penyelenggara Pemerintah Daerah sangat diharapkan. Seperti unsur anggota DPRD Lotim. Paling tidak, melalui Pokok Fikiran (Pokir) para anggota dewan yang diberikan kepada konstituen, bisa menjadi salah satu indikator dalam mewujudkan Lombok Timur yang Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (LOTIM SMART) bisa tercapai.
Penjelasan itu disampaikan Wakil Bupati Terpilih, Ir.H.Moh Edwin Hadiwijaya.MM, saat membuka Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Perencanaan atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lotim 2025 – 2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang digelar di Rupatama I Kantor Bupati Lotim, Kamis, (6/3/2025).
Pada kesempatan itu ia mengingatkan agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lotim selaras dengan RPJMD Provinsi NTB dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut Pria kelahiran Selong, 12 Juli 1966 itu, tidak bisa dipungkiri, ada berbagai hal yang dapat menjadi tantangan maupun peluang yang bisa dioptimalkan untuk mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan.
Lebih jauh disampaikan mantan Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut, perubahan organisasi perangkat daerah harus menyesuaikan dengan kementerian dan lembaga yang ada. Termasuk didalamnya sinkronisasi dalam mensukseskan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen perencanaan ini, dan berharap, bisa dioptimalkan guna mengeksplorasi RPJMD dan menyiapkan langkah antisipatif terhadap berbagai perubahan yang mungkin terjadi dalam lima tahun ke depan,” ucap Magister Managemen jebolan STIE Trianandra Jakarta itu.
Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur Zaidar Rohman, mengatakan pihaknya berharap adanya saran, dan masukan serta kritik yang konstruktif terhadap rancangan awal RPJMD maupun RKPD.
“Keberhasilan pembangunan, juga sangat ditentukan oleh perencanaan yang baik,” kata Zaidar Rohman.
Hadir dalam giat tersebut sejumlah OPD lingkup Pemda Lombok Timur, akademisi perguruan tinggi, organisasi non pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat yang turut andil dalam diskusi publik tersebut.






