LOMBOK TIMUR – Setiap ikhtiar tidak akan mengkhianati hasil. Pribahasa tersebut pantas disematkan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) selaku leading sektor dari pendapatan daerah.
Bukan tidak berdasar, berbagai terobosan Bapenda, bukan isapan jempol belaka, sehingga mampu mendongkrak capaian PAD dari sejumlah item wajib pajak seperti: pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Hotel, Restauran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan sejumlah item pajak lainnya.
Kepala Bapenda Lotim, Muksin,S.KM,.MM, kepada awak media pada Kamis, (8/1/2026), mengatakan, dalam rangka memaksimalkan capaian PAD, dirinya bersama jajaran telah membangun sinergi dengan sejumlah OPD terkait. Termasuk didalamnya bersinergi dengan melibatkan jejaring Pemerintahan Desa dalam maksimalkan pemungutan pajak.
“Alhamdulillah, capaian PAD tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan, dari target 557 milyar telah tercapai sebesar 554,7 milyar atau sebesar 99,50 persen. Artinya, capaian PAD hampir mencapai seratus persen,” ucapnya sembari mengucapkan apresiasi pada semua pihak terkait yang telah turut serta bersinergi dengan instansi yang dipimpinnya.
Bukan itu saja, progres capaian PAD untuk instansi Bapenda sendiri lanjut Muksin, telah melampaui, dari target 206 milyar telah tercapai 209 milyar.
Lebih jauh disampaikan, Bapenda memiliki jejaring PPS yang bertugas mengawal pungutan pajak yang ada ditingkat kecamatan yang nantinya berkolaborasi dengan juru bantu pajak daerah yang berada di tingkat desa.
Kolaborasi tersebut sambung Muksin, adalah kolaborasi simbiosis mutualisme yang sama sama menguntungkan dan saling memberdayakan.
Dipaparkannya, menindaklanjuti amanat pimpinan, dalam hal ini Bupati Lombok Timur untuk terus mengoptimalkan target dari PAD Lombok Timur dengan menggalakkan Operasi Pajak Daerah (Opjar), seperti Opjar MBLB, Opjar PBB guna memaksimalkan capaian Pendapatan Aseli Daerah.
“Sejatinya, pajak berasal dari rakyat dan akan kembali pada rakyat dan peruntukannya untuk kemakmuran rakyat seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi yang diperuntukan untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.






