LOMBOK TIMUR – Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, ajang Lari Lintas Alam Rinjani 100 hingga saat ini tetap menjadi idola para pencinta atletik dari berbagai belahan dunia.
Rinjani 100 kali ini diikuti oleh ribuan peserta dari 46 negara, Adapun start – finish pelepasan peserta digelar di Desa Belanting Kecamatan Sambalia Lombok Timur (Lotim) Jumat (16/5/2025).
Yang berbeda pada even kali ini, para peserta disuguhkan dengan atraksi budaya Peresean antara Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lalu Muliyadi melawan Kepala Dinas Perindustrian Muhammad Azlan. Pertarungan sengit dua kepala OPD Lotim menambah riuh gempita acara Rinjani 100 Ultra.
Budaya Peresean adalah sebuah pertarungan tradisional masyarakat Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang melibatkan dua orang laki-laki (pepadu) yang bertarung dengan menggunakan tongkat rotan (penjalin) dan perisai dari kulit kerbau (ende) Pertarungan ini memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat Sasak.
Pada kesempatan itu, Kalak BPBD Lalu Muliyadi, kepada awak medua menyampaikan, dirinya dipercayakan sebagai koordinator keselamatan peserta. Adapun titik Pemantauan Keselamatan untuk peserta diantaranya adalah Pelawangan, Danau Segara Anak dan sejumlah post lainnya.
Lebih jauh disampaikan, kegiatan Rinjani 100 dengan lokasi Start – Finish Desa Belanting Kecamatan Sambalia yang berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 16,17, dan 18 Mei 2025.
Terkait dengan Peresean tersebut paparnya, tidak pernah terencana sama sekali. “Ini adalah bentuk dukungan kita dalam mensukseskan even kelas dunia sekaligus memperkenalkan budaya dan tradisi dan kearifan lokal kepada dunia,” tuturnya pada wartawan.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Muhammad Azlan, Giat Rinjani 100 harus didukung oleh semua komponen dan stage holder terkait. Momen tersebut sebagai ajang memperkenalkan destinasi wisata Lombok Timur kepada dunia, serta memperkenalkan nilai nilai kearifan lokal seperti gendang beleq dan seni ketangkasan perisean yang merupakan budaya aseli suku sasak Lombok agar dikenal dunia.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata daerah, khususnya pendapatan warga kita yang mengelola penginapan, restauran, hotel dan mendorong peningkatan UMKM lokal. Tentunya, juga akan berdampak pada peningkatan PAD,” pungkasnya.
Hadir pada giat tersebut Wakil Bupati Lombok Timur bersama OPD lingkup Pemda Lotim, Forkopimda, sejumlah elemen masyarakat yang turut serta memeriahkan even Rinjani 100.






