LOMBOK TIMUR – Pelayanan RSUD dr.Raden Soedjono Selong kembali menjadi sorotan, hendak berobat ke Rumah Sakit, malah dibentak bentak oknum dokter di Rumah Sakit Daerah tersebut.
Kronologi kejadian berawal saat salah satu Dosen di salah satu perguruan tinggi di Lombok Timur (Lotim) DR. Muhamad Ali. M.Si, kepada awak media membeberkan. Bermula saat ia membawa putranya ke Poli Penyakit Dalam RSUD dr.Raden Soedjono Selong, sebagai kelengkapan administrasi program magang dari kampusnya.
Setelah pemeriksaan uji laboratorium, sambungnya bahwa putranya reaktif hepatitis B. Menyikapi hal itu, lalu ia pun mengkonfirmasi dokter yang bertugas di sana yakni dengan dr.Karsito.Sp.PD, sembari menanyakan langkah apa yang harus ditempuh kepada sang dokter.
“Bukannya mendapat pelayanan baik, dengan nada ketus dan sikap kasar, sang dokter berkata, “tidak ada dan tidak bisa diobati”. Bahkan, setelah kami keluar terdengar suara benda dibanting ujarnya Senin (02/6/2025).
Tidak cukup sampai disitu, dokter arogan itu sambil berdiri, marah marah dan menunjukkan sikap yang tidak pantas ditunjukkan oleh paramedis yang seharusnya memberikan pelayanan secara humanis pada pasien.
“Saya sebagai tenaga pengajar memahami standar pelayanan publik dan pernah bersekolah, karena di lembaga Perguruan Tinggi juga diberlakukan seperti ini. Saya membayangkan, bagaimana dengan orang biasa atau pasien yang tidak mengerti apa apa,” tegas Doktor alumni UGM tersebut.
Lebih jauh disampaikan, kedatangannya mengkonfirmasi dokter Karsito, bukan merubah hasil Laboratorium dan sebagainya, tapi hanya menanyakan upaya medis apa yang harus ia tempuh.
Menurutnya, menjadi dokter bukan hanya soal ilmu medis. Namun jauh dari itu etika profesi dan kemanusiaan harus dikedepankan. Ia mengaku dirinya adalah salah satu korban kebobrokan pelayanan RSUD dr.Raden Soedjono Selong diantara sekian warga Lotim yang mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit daerah tersebut.
“Apa yang saya sampaikan pada awak media ini adalah bentuk kekecewaaan saya pada pelayanan Rumah Sakit. Saya pun siap mempertanggungjawabkan lahir batin, statement saya. Termasuk segala konsekwensi nya jika para pihak terkait tidak terima pernyataan ini. Kejadian ini disaksikan oleh putra saya dan asisten dokter serta pasien yang lain” tegasnya.
Sementara, Direktur RSUD dr.Raden Soedjono Selong dr.Hasbi, membenarkan telah menerima laporan tersebut, namun dirinya mengaku akan memanggil bawahannya untuk mengetahui kronologi kejadiannya.






