Tegas, Politisi Partai PPP Lotim Meminta Bupati Terpilih Mereformasi Birokrasi

- Editor

Friday, 28 February 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saeful Bahri.S.Sos, Anggota DPRD Lombok Timur, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 

Saeful Bahri.S.Sos, Anggota DPRD Lombok Timur, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 

Sederet tantangan dan permasalahan besar yang harus diselesaikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, seperti pengerjaan proyek pembangunan yang belum dirasakan masyarakat, persoalan kelangkaan pupuk, hingga BUMD yang mengalami kerugian seperti Agro Selaparang, PD.Air Selaparang dan sejumlah BUMD lainnya.

Hal itu disampaikan Saepul Bahri.S.Sos, Anggota DPRD Lombok Timur, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dalam Rapat Paripurna IX Masa Sidang II, dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024 Kamis (27/2/2024).

Dijelaskan politisi Partai PPP tersebut, sejumlah proyek pembangunan yang belum maksimal dikerjakan. Meskipun di satu sisi ia mengapresiasi realisasi belanja daerah sudah mencapai 94,30%. Tapi disatu sisi ia mempertanyakan sejauhmana ke bermanfaatannya bagi masyarakat Lombok Timur.

“Semoga ini tidak hanya baik diatas kertas, namun masyarakat tidak mendapat hasil dan dampak apa apa terkait pembangunan tersebut,” ujar Politisi partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Kami meminta, Bupati dan Wabup terpilih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan pembangunan yang benar-benar membawa perubahan nyata bagi Lombok Timur,” tegasnya.

Ada sejumlah persoalan, salah satunya sektor pertanian, kelangkaan pupuk masih menjadi masalah yang berulang. Perubahan kebijakan subsidi dari pemerintah pusat menyebabkan distribusi pupuk di daerah semakin rumit. Maka dari itu, DPRD Lotim mendesak Pemerintah Daerah memberikan atensi atas persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.

Baca Juga :  Secercah Asa untuk Penderita Kanker, RSUD dr.Raden Soedjono Selong Menuju Layanan Kemoterapi Mandiri

Tidak cukup sampai disitu, kinerja sejumlah Perusahaan Daerah penggerak ekonomi daerah. Namun ironis, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PD Selaparang Energi dan PD Agro Selaparang terus mengalami kerugian sejak 2019. Itu artinya ini menjadi beban APBD.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan perusahaan daerah yang selama ini selalau merugi lebih baik dibubarkan daripada keuangan daerah terkuras tanpa ada faedahnya sama sekali. Termasuk, lemahnya sistem pendataan dan pengelolaan pajak daerah. Banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mampu memaksimalkan potensi penerimaan karena keterbatasan teknis dan regulasi yang belum memadai.

“Reformasi birokrasi, seyogyanya ditertibkan, khususnya administrasi perpajakan daerah berbasis data guna memperkuat keuangan daerah,” ujarnya.

Belum lagi berbicara angka pengangguran terbuka yang semakin tinggi hingga mencapai 2,53% terlebih lagi jumlah angkatan kerja yang terus meningkat, pemerintah daerah diminta lebih agresif dalam menciptakan lapangan kerja serta memperbanyak pelatihan bagi tenaga kerja agar lebih siap bersaing.

Baca Juga :  Minimnya Penerangan Jalan di Wilayah Lombok Timur, Kadis Perhubungan: Pemda Minim Anggaran

Sementara, dalam sektor pendidikan ia menyoroti rendahnya rata-rata lama sekolah dan indeks pendidikan di Lombok Timur. “Pemda Lotim diharapkan bisa meningkatkan layanan pendidikan nonformal, kualitas sekolah, serta mempercepat pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah agar akses pendidikan semakin merata di Bumi Patuh Karya.

Yang tidak kalah penting lanjut Saipul Bahri, adalah menjaga stabilitas harga komoditas pertanian serta meningkatkan nilai tambah bagi petani. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dibandingkan hanya fokus pada peningkatan produksi semata.

Sedangkan, pada sektor kesehatan ia berharap pemerintah daerah tetap fokus meningkatkan layanan kesehatan agar indikator ini terus membaik. Kendati, angka harapan hidup masyarakat Lombok Timur yang saat ini berada di angka 71,95 tahun mengalami peningkatan.

“DPRD berharap, dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi, diharapkan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk menetapkan kebijakan yang konkrit dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Lombok Timur yang lebih baik,” ucap Ketua Umum Gerakan Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) NTB itu.

Berita Terkait

Pj Kades Jantuk Paparkan Kronologi Polemik Tanah Wakaf, Tegaskan Rencana Pembukaan Jalan Telah Dibatalkan
Harlah ke-39 Al Ijtihad Al Mahsuni, Bupati Iron dan Gubernur NTB sebut Pesantren Aset Masa Depan
Wabup Lombok Timur: Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Menguatkan Budaya Literasi Sejak Dini
Merawat Tradisi Menguatkan Persaudaraan, Wabup Lotim Buka Alunan Budaya Pringgasela 2026
Terima Audiensi SMSI NTB, Gubernur NTB Komitmen Sukseskan UKW 2026
Bupati Lombok Timur Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pemimpin Baru dengan penuh Optimis
Perkuat Layanan Kanker, RSUD dr. Raden Soedjono Selong Resmikan Pemeriksaan Mamografi
Santunan Kapolda NTB dan Bupati di Baznas Lombok Timur Perkuat Sinergi Peduli Sesama
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 17:23 WIB

Pj Kades Jantuk Paparkan Kronologi Polemik Tanah Wakaf, Tegaskan Rencana Pembukaan Jalan Telah Dibatalkan

Saturday, 25 July 2026 - 18:58 WIB

Harlah ke-39 Al Ijtihad Al Mahsuni, Bupati Iron dan Gubernur NTB sebut Pesantren Aset Masa Depan

Thursday, 23 July 2026 - 16:06 WIB

Wabup Lombok Timur: Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Menguatkan Budaya Literasi Sejak Dini

Sunday, 19 July 2026 - 13:13 WIB

Merawat Tradisi Menguatkan Persaudaraan, Wabup Lotim Buka Alunan Budaya Pringgasela 2026

Wednesday, 15 July 2026 - 22:17 WIB

Terima Audiensi SMSI NTB, Gubernur NTB Komitmen Sukseskan UKW 2026

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page