LOMBOK TIMUR – Siswi SMAN 1 Labuhan Haji sebagian besar menggunakan riasan wajah. Tidak hanya di hari-hari tertentu, kebanyakan siswi juga kerap menggunakan riasan wajah di jam-jam reguler belajar.
Fenomena ini menjadi hal yang menarik bagi ekskul jurnalis SMAN 1 Labuhan Haji. Apakah riasa wajah berlebihan berdampak buruk bagi siswi? Bagaimana menyikapi fenomena tersebut?

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 1 Labuan Haji Latifatorrahmah menerangkan siswi menggunakan kosmetik secara berlebihan meskipun aturan sekolah telah melarangnya. Ia menjelaskan bahwa penggunaan makeup berlebihan berdampak negatif pada kesehatan kulit remaja, mengubah penampilan sehingga terlihat tidak natural, serta mengganggu fokus belajar karena siswa lebih sibuk memperhatikan penampilan daripada kegiatan sekolah.
“Sebenarnya, sekolah telah menerapkan aturan tertulis dan razia untuk mendisiplinkan siswi. Tapi solusi utamanya adalah kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mengedukasi siswa agar tidak berlebihan dalam berhias,” terang Latifatorrohmah.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMAN 1 Labuhan Haji Budiawan Cahyadi, menegaskan makeup berlebihan tidak dibenarkan secara agama maupun tata tertib sekolah. Ia mengimbau siswi untuk tampil natural dan menggunakan produk aman tanpa bahan berbahaya. Budiawan berharap siswi lebih mematuhi aturan dan mengutamakan kesehatan kulit.

Hal senada disampaikan salah satu siswi SMAN 1 Labuhan Haji, Indah Diratmaja Widiatma. Siswi kelas X itu berpendapat sebenarnya kosmetik tidak berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
Ia menegaskan makeup yang dipakainya bukan untuk menarik perhatian, melainkan untuk dirinya sendiri. Sebagai solusi, ia menyarankan penggunaan skincare dasar seperti sunscreen. (safa/atun/karina/zul/ulwan).






