LOMBOK TIMUR – Menuntut sisa gaji yang belum terbayarkan, puluhan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) ‘Dapur Gizi Mulia Berbagi’ Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur mendatangi Polsek setempat, Rabu (10/12/2025).
Masti Irawan, salah satu karyawan SPPG Dapur Gizi Mulia kepada awak media mengatakan, maksud kedatangan mereka ingin meminta agar dimediasi dengan pemilik dapur SPPG termasuk pihak SPPI terkait kejelasan sisa gaji yang belum dibayarkan sejak insiden keracunan pada 17 Oktober 2025 lalu.

“Kedatangan kami bersama rekan rekan karyawan MBG ke Polsek Pringgabaya, meminta untuk dimediasi pada pengelola Dapur Gizi Mulia Berbagi terkait kejelasan sisa gaji yang belum dibayarkan hingga saat ini,” ucap karyawan distribusi MBG tersebut.
Pada kesempatan itu, ia membeberkan proses perekrutan karyawan mereka hanya mengenal Rudianto selaku pemilik dapur. Sehingga, Masti Irawan meminta pertanggungjawaban terhadap sisa gaji yang belum terbayarkan.
“Saya dan rekan rekan karyawan yang berjumlah 47 orang meminta kejelasan semoga sisa pembayaran gaji kami dibayarkan,” ucapnya sembari mengapresiasi pihak kepolisian yang responsif terhadap masukan warganya.
Ditempat yang sama, Rudiyanto mengakui keterlambatan gaji tersebut. Namun, ia meminta kesabaran para karyawan sembari menunggu koordinasi dari pengelola dan mitra SPPG ‘Dapur Gizi Mulia Berbagi’.
“Dengan kerendahan hati saya mohon maaf atas kejadian ini, namun saya berharap seluruh karyawan yang belum dibayarkan sisa gajinya semoga bisa sama sama saling memaklumi,” ujar Rudiyanto.
Dibeberkannya, dari semenjak pembangunan dapur MBG hingga pembelian perlengkapan dari nol, telah menghabiskan anggaran hingga satu milyar lebih. Meskipun baru disadari bahwa dirinya tidak terdaftar dalam struktur pengelola MBG. Kendati demikian, dirinya tetap optimis akan adanya itikad baik dari pihak pengelola MBG.
Lebih jauh disampaikan, sejauh ini dirinya telah melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait permasalahan itu.
“Kami memohon kesabaran rekan rekan, ini adalah bagian dari ikhtiar kita. Dalam waktu dekat kita akan bersurat pada pihak kepolisian setempat untuk dimediasi dengan para pihak terkait. Pada kesempatan ini, kami ucapkan apresiasi pada jajaran Polsek Pringgabaya menerima kita dengan humanis terhadap keluhan warga” ucap Kepala Lingkungan tersebut.
Ditegaskannya, saat ini dirinya tidak mau berspekulasi, terkecuali pada saat mediasi berikutnya tidak ada solusi dan kejelasan dari pihak terkait, barulah akan menempuh jalur hukum.
Sementara dari pihak Kepolisian Pringgabaya pada kesempatan itu, meminta kepada semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak melakukan hal hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.






