Menjawab Tantangan Krisis Global, IPB University Gelar Konferensi Lintas Negara Bahas Kelautan dan Bioteknologi

- Editor

Wednesday, 30 July 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Para Petinggi IPB University Bersama Sejumlah Akademisi Lintas Negara

Foto: Para Petinggi IPB University Bersama Sejumlah Akademisi Lintas Negara

YOGYAKARTA – Hingga saat ini, IPB University melalui Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) menunjukkan eksistensinya sebagai pusat unggulan dalam membangun jejaring dan pertukaran pengetahuan internasional di bidang kelautan dan bioteknologi.

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Konferensi Internasional ke-5 tentang Pengelolaan Pesisir Terpadu & Bioteknologi Kelautan / The 5th International Conference on Integrated Coastal Management & Marine Biotechnology (ICMMBT) yang resmi dibuka di Hotel Royal Ambarrukmo, Provinsi Yogyakarta Jawa Tengah yang digelar pada, 30.- 31 Juli 2025.

Konfrensi yang dihadiri para tokoh akademisi internasional tersebut, mengusung tema besar “Blue Food Nexus: Harnessing Solutions for Global Food Security and Ocean Health”, hal itu sebagai wujud komitmen bersama dalam menjawab tantangan krisis pangan dan kesehatan laut secara berkelanjutan.

Acara pembukaan diawali oleh pemutaran video pembuka, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Hymne IPB University. Momen ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan akademik, tetapi juga penanda pentingnya sinergi antara institusi, pemerintah, dan komunitas ilmiah dalam membangun masa depan wilayah pesisir dan laut yang resilien.

Kepala PKSPL IPB University, Prof.Dr.Yonvitner, dalam sambutannya, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas disiplin dan lintas batas negara. Beliau menyampaikan bahwa tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, dan ancaman terhadap ketahanan pangan laut tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Menurutnya, diperlukan integrasi keilmuan, teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan transformasi nyata di wilayah pesisir.

Hal senada disampaikan Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya inovasi dan sains sebagai fondasi dalam membangun ekonomi biru yang tidak hanya berkelanjutan secara ekologis, tetapi juga inklusif secara sosial dan menguntungkan secara ekonomi. “Pangan biru harus dilihat sebagai solusi strategis global yang membutuhkan kerangka kebijakan progresif,” ujarnya.

Sementara, Rektor Çanakkale Onsekiz Mart University, Turki, Prof.Dr.Ramazan Cuneyt Erenoglu, menegaskan pentingnya komitmen global dalam pendidikan dan riset kelautan. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya membangun literasi kelautan sejak dini dan memperkuat peran universitas sebagai agen perubahan di bidang kelautan.

Baca Juga :  Putra Terbaik Lombok Timur Hadi Gunawan Menjabat Kapolda NTB

Puncak sesi pembukaan yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, dalam kesempatan ini diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Bapak Dandy Satria Iswara, S.IP, M.Si. selaku keynote speech. Dalam paparannya, ia menekankan kebijakan pangan biru nasional harus menjadi arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional, dengan memperhatikan daya dukung lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan internasional ini mencerminkan besarnya perhatian dan antusiasme terhadap pengembangan pangan biru sebagai bagian dari solusi multidimensi terhadap tantangan global. ICMMBT 2025 tidak hanya menjadi ruang ilmiah, tetapi juga platform strategis yang menjembatani antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan implementasi nyata di tingkat lokal, nasional, dan global.

Memasuki sesi utama (Key Plenary Session), para pemikir global dari dunia akademik dan perencana kebijakan tampil menyampaikan gagasan-gagasan strategis yang menggugah kesadaran akan pentingnya pendekatan inovatif dalam pembangunan kelautan dan pesisir. Moderator Prof. Ario Damar dari PKSPL IPB University membuka sesi dengan pengantar yang menekankan pentingnya pengelolaan terintegrasi sebagai fondasi keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Qinhua Fang dari Xiamen University, Tiongkok, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pentingnya penerapan Integrated Coastal Management (ICM) untuk membangun ekosistem pangan biru yang sehat, efisien, dan berketahanan tinggi terhadap perubahan iklim.

Ditempat yang sama, Prof. Jim Leape dari Stanford University, Amerika Serikat, yang mengangkat urgensi optimalisasi potensi blue food melalui inovasi teknologi, pemodelan rantai pasok yang berkelanjutan, dan penguatan komunitas pesisir sebagai aktor utama dalam sistem pangan laut.

Tidak jauh berbeda dengan pemaparan Moh.Rahmat Mulianda dari Bappenas, dari perspektif nasional, ia memaparkan arah kebijakan pembangunan jangka menengah Indonesia yang mulai mengarusutamakan blue food agenda dalam dokumen perencanaan strategis nasional. Ia menegaskan bahwa integrasi lintas sektor menjadi syarat utama keberhasilan agenda tersebut.

Baca Juga :  Sukses Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat, Pemda Lotim Sabet Penghargaan TPAKD Award 2025

Konferensi internasional tersebut ditutup secara inspiratif oleh Etwin Kuslati Sabarini dari Climateworks Centre yang menyampaikan paparan berjudul “Sea of Opportunity”. Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa kontribusi laut terhadap pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan ekonomi biru yang tidak hanya adaptif terhadap iklim, tetapi juga regeneratif terhadap lingkungan.

Para peserta diskusi menunjukkan antusiasme tinggi terhadap potensi kolaborasi dan penguatan aksi nyata berbasis bukti ilmiah, dinamis dan terbuka, mempertemukan gagasan lintas sektor dan lintas negara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran SEAFOAM Blue Carbon Training Program yang digagas oleh Climateworks Centre sebagai upaya memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan karbon biru yang berkelanjutan.
Bukan hanya itu, konfrensi internasional itu dilanjutkan dengan peluncuran dokumen strategi Visi Kawasan Konservasi dan OECM 2045: Panduan Terpadu Menuju Laut Indonesia Lestari dan Berkelanjutan yang dipresentasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, bersama Konsorsium MPA dan OECM yang terdiri dari WWF Indonesia, Coral Triangle Center (CTC), RARE Indonesia, Pesisir Lestari (Pelestari), Rekam Nusantara, dan Konservasi Indonesia.

Bukan hanya itu, kegiatan diakhiri dengan launching buku monumental bertajuk Maritim, Kelautan, dan Perikanan Indonesia 2045: dengan tema “Menguatkan Negara Kepulauan yang Berdaulat, Tangguh, dan Berkelanjutan, yang disusun oleh para pakar lintas disiplin keilmuan sebagai kontribusi strategis menuju tercapainya visi Indonesia Emas 2045”.

Menariknya, Buku ini berisi 25 bab dengan melibatkan 49 kontributor dari berbagai bidang keilmuan. Secara komprehensif merefleksikan kompleksitas tantangan sekaligus besarnya potensi sektor kelautan dan perikanan nasional dalam mendukung ketahanan ekonomi, kedaulatan maritim, serta keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.

Konferensi tersebut diharapkan menjadi katalisator lahirnya terobosan-terobosan baru dalam formulasi kebijakan, riset strategis, dan inisiatif lapangan yang mampu menjawab tantangan dan peluang di wilayah pesisir dan laut Indonesia serta kawasan.

Berita Terkait

Mendikdasmen Respons Aspirasi Daerah, Dua Sekolah Rusak Berat di Lotim Segera Dibenahi
Jawab Keresahan Nelayan, Pertamina Pastikan Kuota Biosolar di SPBN Tanjung Luar Normal
Mendikdasmen Hadiri Peletakan Batu Pertama Rektorat ITKes Muhammadiyah Selong, Dorong Kampus Jadi Pelopor Perubahan
Rumah Sakit Ummat PKU Muhammadiyah Hadir di Lombok Timur, Simbol Pelayanan Kesehatan Berkemajuan
Suasana Haru Iringi Keberangkatan Jamaah Haji Sumenep, Wakil Bupati Himbau Siapkan Mental Sucikan Niat
Perjuangkan Hak Nelayan Tradisional, KNTI Lotim Tingkatkan Kapasitas Organisasi
Tidak Digubris Duta Besar, inilah Pengakuan Gaetano Di Carluccio, Warga Italia Terjerat Narkotika di Pulau Lombok
Hadiri Diskusi Lintas Negara, Sari Yuliati Tegaskan Peran Hutan Indonesia sebagai Aset Strategis di Pasar Karbon Global
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 12:56 WIB

Mendikdasmen Respons Aspirasi Daerah, Dua Sekolah Rusak Berat di Lotim Segera Dibenahi

Wednesday, 20 May 2026 - 18:29 WIB

Jawab Keresahan Nelayan, Pertamina Pastikan Kuota Biosolar di SPBN Tanjung Luar Normal

Sunday, 17 May 2026 - 11:56 WIB

Mendikdasmen Hadiri Peletakan Batu Pertama Rektorat ITKes Muhammadiyah Selong, Dorong Kampus Jadi Pelopor Perubahan

Thursday, 14 May 2026 - 22:19 WIB

Rumah Sakit Ummat PKU Muhammadiyah Hadir di Lombok Timur, Simbol Pelayanan Kesehatan Berkemajuan

Monday, 11 May 2026 - 21:02 WIB

Suasana Haru Iringi Keberangkatan Jamaah Haji Sumenep, Wakil Bupati Himbau Siapkan Mental Sucikan Niat

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi 

Peristiwa

Nelayan Batu Nampar Selatan Hilang Saat Melaut

Wednesday, 27 May 2026 - 21:06 WIB

TRANSLATE

You cannot copy content of this page