LOMBOK TIMUR — Menuntut ilmu adalah jalan kemuliaan, tetapi ilmu akan semakin bernilai ketika dipandu adab dan akhlak. Sebab, kepandaian menerangi pikiran, sedangkan adab menjaga ilmu agar membawa keberkahan.
Kalimat bijak tersebut seakan menjadi motivasi dalam giat Masa Ta’aruf dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (MATAF dan PKKMB) yang digelar di Kampus Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong, Lombok Timur, Rabu (16/9/2026).
Turut hadir dalam giat tersebut Wakil Rektor II, sejumlah Kaprodi dan Dosen Pengajar bersama seluruh civitas akademika ITSKes Muhammadiyah Selong dan para tamu undangan.

Dalam pidatonya, Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong, Dr. H. Moh. Juhad, M.AP., mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadikan adab, moral, dan etika sebagai bagian penting dalam perjalanan menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Ia pun tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MATAF dan PKKMB sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar sesuai kalender akademik.
Pesan mendasar yang disampaikan dalam giat tersebut bahwa Kampus, bukan hanya tempat untuk mengumpulkan pengetahuan, meraih gelar, atau mengejar prestasi, melainkan juga ruang untuk membentuk karakter dan kematangan akhlak.
Menurutnya, kualitas adab menjadi salah satu cerminan kemurnian akhlak seseorang. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa hubungan dalam lingkungan akademik tidak hanya dibangun melalui kemampuan intelektual, tetapi juga melalui sikap saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya.
“Setinggi tingginya kita menuntut ilmu tidak akan memberikan keberkahan tanpa dilandasi oleh adab, moral, dan etika, baik adab sesama mahasiswa maupun adab antara mahasiswa dengan para dosen pengajar,” ungkap Dr. H. Moh. Juhad.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan zaman yang semakin terbuka. Arus globalisasi membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, teknologi, dan pola interaksi generasi muda.
Dalam kondisi tersebut, Rektor menyebut adab dan etika Islami sebagai pembeda sekaligus fondasi dalam kehidupan pendidikan. Menurutnya, kecakapan akademik perlu berjalan beriringan dengan akhlak agar ilmu yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.
Selain persoalan adab, ia mengingatkan mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran kampus. Komunikasi yang terbuka dan santun dinilai dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara mahasiswa, dosen, dan unsur civitas akademika lainnya. Dari komunikasi yang baik itulah, suasana belajar yang nyaman akan tumbuh.
“Ketika hal itu telah terbangun dengan baik, maka sudah barang tentu kenyamanan dan kedamaian akan tercipta di kampus ITSKes Muhammadiyah Selong yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Bagi mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi bekal awal sebelum mereka menjalani kehidupan akademik yang sesungguhnya. Di ruang ruang kuliah nantinya, mereka akan berhadapan dengan teori, praktik, tugas, ujian, dan berbagai tantangan akademik. Namun, di balik semua itu, ada satu bekal yang tidak tercantum dalam jadwal perkuliahan, yakni bagaimana menjadi manusia berilmu yang tetap santun dalam bersikap.

Masa Ta’aruf dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (MATAF dan PKKMB) tidak hanya berkutat pada pengenalan kampus semata. Akan tetapi, sebagai momentum awal untuk menanamkan nilai nilai akademik, sosial, dan moral sebagai bagian dari perjalanan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di ITSKes Muhammadiyah Selong.
Keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya diukur dari seberapa tinggi gelar yang diraih, tetapi juga dari seberapa baik ilmu itu membentuk akhlak dan memberi manfaat bagi sesama. Sesungguhnya, ilmu yang disertai adab adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan; semakin tinggi pengetahuan seseorang, maka semakin tinggi moralnya dan ke bermanfaat annya pada sesama.






