LOMBOK TIMUR, – Ditengah derasnya arus informasi digital, ketika kabar palsu sering menyamar sebagai kebenaran. Tidak jarang sebarannya melawan akal sehat tanpa saringan. Bahkan, tidak jarang pula berita miring tanpa konfirmasi menyulut konflik mengundang anarki.
Menyikapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, H.Saiful Islam.,S.Pd.M.Pd, kepada awak media mengatakan, program jurnalis pelajar yang diinisiasi oleh sejumlah media dan wartawan profesional adalah suatu ihtiar membentuk mental jurnalis di kalangan pelajar. Selain itu, untuk membentengi dunia pendidikan terhadap informasi yang menyesatkan.
Dijelaskan H.Saiful Islam, kegiatan ini berawal dari keprihatinannya terhadap maraknya berita bohong yang tidak jelas kebenarannya (hoax) yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan bertentangan dengan kode etik jurnalistik.

“Program jurnalistik pelajar ini kita inisiasi bersama para wartawan profesional yang tergabung dalam organisasi media baik cetak, online dan televisi,” ujarnya usai membuka program jurnalis pelajar di Aula SMAN 1 Selong, Kamis, (30/10/2025).
Disampaikannya, program jurnalis pelajar menyasar semua sekolah SMA, SMK baik negeri maupun swasta se Kabupaten Lombok Timur dengan melibatkan organisasi media yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lombok Timur, Selaparang Televisi dan media cetak Lombok Post.
“Melalui program pelatihan jurnalis pelajar, kita harapkan siswa siswi mampu membuat karya jurnalistik dan mampu menulis berita yang baik sebagaimana kaidah jurnalistik,” ujar pria yang dikenal ramah dan murah tersenyum tersebut.
Terlebih lagi, dengan pesatnya arus informasi digital sudah sepatutnya anak anak didik menguasai ilmu jurnalistik untuk membentengi diri mereka dari sebaran informasi hoax yang berseliweran di Facebook, Instagram dan sejumlah platform media sosial lainnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Selong, Dr.Hj.Sri Wahyuni, menyampaikan, program jurnalis pelajar guna meningkatkan kompetensi para siswa tentang ilmu jurnalistik. Sehingga, nantinya mereka bisa menulis dan menyampaikan berita yang proporsional sebagaimana fakta dan data yang ada.
“Harapan kami, dengan mengusai ilmu jurnalistik, anak anak kita bisa menjadi corong untuk mensyiarkan kegiatan kegiatan di sekolah seperti prestasi siswa dan hal hal positif lainnya,” ujar Sri Wahyuni.
Menurutnya, pemberitaan yang baik harus didasari dengan kompetensi yang mumpuni. Terlebih lagi, program jurnalis pelajar didampingi oleh wartawan profesional yang ahli di bidang jurnalistik. Sehingga, pihak sekolah sangat mendukung kegiatan tersebut.
“Meskipun jadwal untuk pelatihan jurnalistik hanya dua hari, namun kita berharap akan ada sinergi berkelanjutan seperti pendampingan pada para siswa agar mereka kelak menjadi garda terdepan menjadi pilar demokrasi” pungkasnya.

Terpisah, Ketua SMSI Lombok Timur, Hanapi.S.Pd.M.Si, mengucapkan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kepala KCD Dinas Pendidikan Lombok Timur, bersama insan pers yang telah menjalin sinergitas dalam program jurnalis pelajar.
Ia berharap dengan pelatihan jurnalis tersebut akan terbentuk mental jurnalis profesional sebagai garda terdepan melawan hoax dan sebagai langkah antisipatif terhadap pemberitaan yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Kolaborasi antara insan pers dan Kantor Cabang Dinas pendidikan Lombok Timur, bukan sekedar program pelengkap. Hari ini adalah pintu pertama menuju dunia kata, fakta dan suara. Goresan pena mereka kelak bukan hanya pembaca berita, tapi sebagai benteng penegak pilar demokrasi dan perawat literasi yang selalu jujur mengolah kata menjaga makna.
Penulis: Pimpinan Umum Media Suara Nurani
Sarjono.S.AP






