LOMBOK TIMUR, – Penurunan minat baca di kalangan pelajar adalah salah satu penyebab mundurnya prestasi. Fenomena ini sering dijumpai dalam dunia pendidikan.
Menurut Muslihan, Stap Perpustakaan SMAN 1 Selong, saat ditemui wartawan mengatakan, fenomena menurunnya minat baca dikalangan pelajar dipengaruhi oleh tiga faktor utama, antara lain: dominasi gawai dan media sosial, minimnya motivasi belajar internal serta kurangnya ketersediaan bahan bacaan yang benar-benar menarik minat siswa itu sendiri.
“Penurunan minat baca siswa turun signifikan sejak tahun 2021 lalu,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (30/10/2025).
Menyikapi hal itu, mengambil sejumlah langkah strategis. Diantaranya, dengan menerapkan strategi literasi yang inovatif, dengan menggelar lomba guna memaksimalkan peran Duta Perpustakaan.

Lebih jauh disampaikan, Ibu Muslihan, indikator literasi siswa sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal seperti gadget dan media sosial menjadi penyebab utama siswa enggan menyentuh buku.
“Rendahnya minat baca siswa, juga dipengaruhi oleh kurangnya minat baca siswa,” ungkapnya pada tim jurnalis SMAN 1 Selong.
Jika dilihat dari partisipasi kunjungan perpustakaan, kata Ibu Muslihan, terdapat kesenjangan signifikan antara gender. Berdasarkan data, siswa laki laki cenderung kurang berminat mengunjungi perpustakaan. Baik untuk keperluan meminjam, atau membaca buku dibandingkan siswa perempuan. Mayoritas peminjam dan pembaca buku di sekolah didominasi oleh siswa putri.
Selain itu, rendahnya minat baca juga disebabkan oleh faktor internal, yakni kurangnya kebiasaan membaca dari diri siswa itu sendiri, ditambah lingkungan yang kini lebih didominasi oleh perangkat digital.
Guna menanggulangi masalah tersebut, pihak sekolah saat ini tengah merumuskan solusi. Fokus utama adalah menarik minat siswa dengan menyediakan konten bacaan yang sangat memikat dan mengadakan kegiatan kompetitif.
Sementara, salah satu siswa SMAN 1 Selong, Ulvanida mengatakan, bahwa membaca itu tidak hanya sekedar buku. Namun lebih dari itu, semua siswa bisa membaca banyak literasi bukan hanya pada tempat formal.
Menurutnya, membaca situasi di sekitar sekolah, juga merupakan sebuah wawasan untuk meningkatkan literasi.
Penjelasan itu, bukan isapan jempol belaka, meskipun minat baca siswa menurun. Namun, SMAN Negeri 1 Selong Tetap Unggul Dalam Prestasi. Hal itu telah dibuktikan dengan capaian segudang prestasi yang telah diraih oleh siswa siswi terbaik di Sekolah SMA favorit di Bumi Patuh Karya.
Penulis: Tim Jurnalistik SMAN 1 Selong






