LOMBOK TIMUR — Kenyamanan lingkungan adalah hak bersama; sebesar apa pun sebuah usaha tumbuh, keberadaannya tetap semestinya menghadirkan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat di sekitarnya.
Aktivitas PT Terus Jaya Abadi yang beralamat di Jalan TGH. M. Zainuddin Abdul Majid Nomor 3, Jalan Raya Gelang, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, menuai keluhan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar perusahaan.
Keluhan tersebut berkaitan dengan aktivitas kendaraan pengangkut barang, proses bongkar muat, serta penggunaan alat berat dalam pembangunan perluasan gudang yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Salah seorang warga yang tempat tinggal sekaligus usahanya berbatasan langsung dengan perusahaan, H. Lalu Makbul Maya, menyampaikan sejumlah persoalan tersebut kepada wartawan pada Kamis, (20/08/2026).
Ia mengeluhkan asap emisi kendaraan pengangkut barang yang menurutnya berpotensi mengganggu kualitas udara dan kenyamanan pernapasan warga di sekitar lokasi perusahaan.
Selain persoalan emisi, warga juga meminta konsep serta alur kegiatan bongkar muat barang ditata kembali agar tingkat kebisingan yang ditimbulkan tidak mengganggu lingkungan permukiman.
“Aktifitas bongkar muat Perusahaan PT. Terus Jaya Abadi, sangat meresahkan warga. Khususnya, kami yang bersebelahan langsung dengan perusahaan terkena dampak merasa sangat dirugikan,” kata pengusaha swasta tersebut.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah kegiatan pembangunan perluasan gudang yang melibatkan kendaraan dan alat berat. Menurut warga, hingga saat ini belum ada permohonan, pemberitahuan, atau persetujuan dari pihak perusahaan kepada masyarakat sekitar terkait aktivitas tersebut.
“Kami berharap perusahaan mengindahkan keluhan warga yang merasa terganggu atas aktivitas perusahaan, apalagi pas mereka bongkar muat suara bising kendaraan dan asap emisi yang mengganggu pernapasan,” ujar pemilik JM Automotive.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di tengah lingkungan masyarakat semestinya berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kenyamanan warga yang berada di sekitarnya.
“Kami berharap, segala bentuk aktifitas kebisingan dan aktifitas yang menimbulkan asap polusi emisi bisa direlokasi di tempat yang lebih aman. Terutama kami yang bersebelahan langsung dengan lokasi tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) Lombok Timur, Sayadi, SH, usai berkunjung di perusahaan PT Terus Jaya Abadi, meminta perusahaan agar memberikan perhatian serius terhadap berbagai keluhan masyarakat.
Sayadi menilai aktivitas perusahaan yang berada di kawasan yang berdampingan dengan permukiman warga harus tetap memperhatikan aspek lingkungan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat.
“Jangan mentang-mentang perusahaan besar dan memiliki izin kemudian berbuat semaunya. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas dan kenyamanan warga sekitar,” tegas Sayadi.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha di Lombok Timur, PT Terus Jaya Abadi semestinya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk mencari penyelesaian atas persoalan yang dikeluhkan.
Sayadi juga menyampaikan bahwa apabila keluhan warga tidak mendapatkan respons dalam waktu dekat, pihaknya akan mendorong masyarakat menyampaikan persoalan tersebut secara resmi kepada instansi terkait.
“Jika dalam waktu dekat tuntutan warga tidak diindahkan, kami akan bersurat kepada instansi terkait untuk memeriksa seluruh perizinan yang dimiliki perusahaan, baik amdal, IMB dan sebagainya. Jika tetap tidak diindahkan, kami akan menggelar aksi. Bila diperlukan, akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.
Sementara, dari pihak perusahaan PT. Terus Jaya Abadi, melalui Kepala Cabang Anwar, menyambut baik kedatangan pihak keluarga dari H. Lalu Makbul Maya dan telah berkoordinasi dengan pimpinan perusahaan akan mengagendakan pertemuan kedua belah pihak pada Jumat besok (21/8/2026).
Dihadapan pihak keluarga, dirinya tidak menafikan keluhan warga, namun ia mengaku salah satu faktor penyebab permasalahan tersebut karena muatan overload beberapa waktu lalu.
“Saya selaku Kacab Lotim Terus Jaya Abadi, telah mengagendakan pertemuan dengan pihak keluarga H. Lalu Makbul Maya, besok pagi. Adapun segala bentuk masukan akan dibicarakan saat pertemuan bersama pimpinan,” ucapnya singkat.
Persoalan tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar yang berharap aktivitas perusahaan dapat berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan. Bagi masyarakat, pembangunan dan kegiatan ekonomi akan lebih bermakna apabila tumbuh bersama kepedulian, komunikasi, serta penghormatan terhadap hak warga sekitar.






